Underpass Simpang Dewa Ruci Kembali Indah, Pemeliharaan Intensif Pasca Banjir
Kabar Mangupura- Setelah sempat dilanda banjir besar akibat meluapnya Tukad Badung pada 10 September 2025 lalu, wajah Underpass Simpang Dewa Ruci, Kuta, Badung kini kembali bersolek. Proyek perawatan dan pemeliharaan yang dilakukan sejak awal Agustus sempat terhenti karena bencana tersebut, namun kini pengerjaan sudah kembali dilanjutkan agar underpass pertama di Bali ini tetap tampil indah dan nyaman dilintasi masyarakat.
Di lokasi, tampak dinding underpass kembali dipercantik dengan pengecatan ornamen pada sisi timur dan barat. Beberapa pekerja terlihat bekerja hingga malam hari, demi mempercepat proses pengerjaan tanpa mengganggu arus lalu lintas. Hasilnya, ornamen yang sebelumnya rusak dan kusam kini kembali tampak segar dengan warna baru.

Baca Juga : Porprov Bali 2025: Badung Raih 191 Emas, Bonus Atlet Masih Jadi Perbincangan
Ornamen Rusak Telah Diperbaiki
Menurut Setiono, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Provinsi Bali, pemeliharaan yang dilakukan kali ini merupakan bagian dari program rutin. Namun, kondisi banjir sempat memperparah kerusakan, khususnya ornamen dinding yang patah akibat semprotan mobil pemadam kebakaran saat proses pembersihan pasca banjir.
“Untuk saat ini, pemeliharaan tinggal melanjutkan proses pengecatan. Ornamen yang patah sebelumnya sudah berhasil kami perbaiki,” jelas Setiono pada Rabu, 24 September 2025.
Ia menambahkan, perawatan rutin yang dijadwalkan sejak awal Agustus memang harus berhenti sementara karena dampak banjir. Namun, tim kembali bergerak cepat agar wajah underpass bisa kembali menarik, sekaligus menjaga ikon penting infrastruktur di Pulau Dewata ini tetap terawat dengan baik.
Sentuhan Serupa di Underpass Ngurah Rai
Tidak hanya di Simpang Dewa Ruci, proyek pemeliharaan juga dilakukan di Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai. Di lokasi tersebut, sebelumnya telah dilakukan proses injeksi atau penyuntikan pada dinding yang mengalami keretakan. Setelah tahap itu rampung, seluruh dinding juga akan dicat ulang agar tampil rapi dan menambah kenyamanan bagi pengguna jalan.
“Perawatan di Underpass Tugu Ngurah Rai masuk dalam satu paket pekerjaan yang sama dengan Simpang Dewa Ruci. Setelah injeksi selesai, dinding langsung dirapikan dan dicat ulang,” tambah Setiono.
Pengerjaan Dilakukan Malam Hari
Agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas yang padat di kawasan strategis tersebut, seluruh proses pengerjaan dilakukan pada malam hari. Dengan cara ini, pemeliharaan dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan kemacetan.
Setiono menargetkan seluruh pengerjaan, baik di Underpass Simpang Dewa Ruci maupun Simpang Ngurah Rai, bisa selesai pada pertengahan Oktober 2025. Setelah rampung, kedua underpass ini diharapkan bukan hanya berfungsi sebagai jalur lalu lintas penting, tetapi juga tetap menjadi ikon infrastruktur modern Bali yang sedap dipandang.















