Dor! Jose Mourinho Resmi Dipecat Fenerbahce, Karier Penuh Drama Berakhir di Turki
Kabar Mangupura- Nama besar Jose Mourinho kembali menjadi sorotan. Pelatih yang dijuluki The Special One itu resmi dipecat oleh klub Liga Turki, Fenerbahce, setelah hanya satu musim memimpin tim. Keputusan ini datang tak lama setelah Fenerbahce gagal lolos ke fase grup Liga Champions usai disingkirkan Benfica di babak play-off.
Perpisahan Singkat dan Mengejutkan
Pengumuman pemecatan Mourinho disampaikan Fenerbahce melalui pernyataan resmi klub pada Jumat (29/8/2025). Dalam pernyataan tersebut, manajemen mengucapkan terima kasih atas dedikasi Mourinho selama menukangi tim kuning-biru, sekaligus mendoakan yang terbaik bagi pelatih asal Portugal berusia 62 tahun itu.
Seorang pejabat klub juga membenarkan kepada media internasional bahwa Mourinho memang diberhentikan, bukan mengundurkan diri. Padahal, secara pencapaian, Mourinho sempat membawa Fenerbahce finis di posisi kedua Liga Turki musim 2024/2025, hanya berselisih tipis dengan rival berat mereka, Galatasaray.
Namun, di balik catatan prestasi tersebut, perjalanan Mourinho di Turki lebih banyak diwarnai kontroversi ketimbang kemenangan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4851031/original/060823800_1717386561-20240603-Jose_Mourinho_Latih_Fenerbahce-AFP_1.jpg)
Baca Juga : Tendangan Bruno Fernandes Menggagalkan Penalti
Kontroversi yang Tak Pernah Redup
Sejak awal, Mourinho sudah akrab dengan konflik. Pada Februari 2025, Galatasaray secara terbuka menyatakan akan menempuh jalur hukum terhadap Mourinho. Penyebabnya, sang pelatih dituding mengeluarkan pernyataan bernuansa rasis setelah laga derby yang berakhir imbang 0-0.
Mourinho langsung membantah keras tuduhan tersebut. Ia menyebut dirinya anti-rasisme, bahkan balik menggugat Galatasaray dengan tuntutan ganti rugi sebesar £41 ribu.
Tak berhenti di situ, Mourinho juga kerap melontarkan kritik pedas terhadap wasit Liga Turki. Ia beberapa kali menuduh kepemimpinan wasit merugikan Fenerbahce, yang berujung pada sanksi larangan mendampingi tim di pinggir lapangan selama empat pertandingan—meski akhirnya dikurangi menjadi dua laga.
Puncak kontroversi lainnya terjadi di ajang Liga Europa. Saat menghadapi mantan klubnya, Manchester United, Mourinho diusir keluar lapangan setelah berdebat keras dengan wasit. Usai pertandingan, ia bahkan sempat berujar bahwa dirinya lebih tertarik melatih tim papan bawah Liga Inggris agar terbebas dari tekanan kompetisi Eropa.
Jejak Prestasi Mourinho
Meski penuh drama, tak bisa dipungkiri Mourinho tetap meninggalkan jejak prestasi di setiap klub yang ia tangani. Sebelum ke Fenerbahce, ia sukses mempersembahkan trofi Eropa pertama sepanjang sejarah AS Roma, yakni UEFA Conference League 2022.
Catatan gemilang Mourinho di Eropa juga panjang. Bersama Porto (2004) dan Inter Milan (2010), ia pernah mengangkat trofi Liga Champions. Di Inggris, Mourinho menikmati masa kejayaan bersama Chelsea, meraih tiga gelar Premier League dalam dua periode.
Pada 2017, Mourinho juga menorehkan sejarah dengan membawa Manchester United menjuarai Liga Europa—trofi Eropa terakhir yang diraih Setan Merah hingga kini.
Akhir Pahit di Istanbul
Namun, perjalanan di Istanbul berakhir pahit. Harapan Fenerbahce untuk mengulang kejayaan domestik dan menancapkan nama di kancah Eropa pupus di bawah asuhan Mourinho. Kekalahan dari Benfica di kualifikasi Liga Champions menjadi titik balik yang menentukan nasibnya.
Kini, publik menunggu langkah selanjutnya dari pelatih kontroversial ini. Apakah Mourinho akan kembali ke Liga Inggris, mencoba peruntungan di luar Eropa, atau memilih istirahat sejenak dari dunia kepelatihan? Satu hal yang pasti, Jose Mourinho tetap menjadi sosok yang selalu menghadirkan drama—baik di dalam maupun luar lapangan.















